Sabtu

Home » » The Man Behind The Gun

The Man Behind The Gun

The man behind the gun

Banyak penemuan-penemuan spektakuler dari para ahli yang ternyata sudah disyaratkan dalam Al Qur’an.
Misalnya saja penemuan teori relativitas Einstein yang terkenal itu. Ataupun baru-baru ini penemuan Daniel Goleman, seorang pakar psikolog Amerika, tentang “ Emotional Intelligence “ yang menjungkir balikkan paham kekuatan IQ ( Intelligence Quotion )


Hasil penyelidikan Goleman menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang itu bukan didominasi oleh tingginya IQ yang dimilikinya, melainkan ditentukan oleh “ kecerdasan emosi  “nya.


Al Qur’an pun sebenarnya telah menyiratkan hal itu. Yaitu dengan mengatakan bahwa manusia yang terbaik itu adalah yang paling taqwa.


Orang yang tinggi ketaqwaannya, otomatis ia pasti memiliki kecerdasan emosi yang tinggi. Bila tidak, bagaimana mungkin ia dapat sabar, ikhlash, berserah diri, pemaaf dan istiqomah.
Dengan adanya penemuan Goleman ini, diperkirakan Amerika akan merubah system pendidikannya. Dari yang menekankan hanya kepada pendidikan otak ke pendidikan yang seimbang antara otak dan mental/emosi. Dan tidak mustahil bila mereka akan menyusun kurikulum ‘ pendidikan emosi ‘ nya dari Al Qur’an.


Mereka akan mempelajari Al Qur’an bukan sebagai suatu agama, tetapi sebagai suatu sains (ilmu) bagaimana untuk menuju kebahagiaan hidup.


Sebenarnya masih banyak sekali penemuan para pakar yang sebenarnya diisyaratkan dalam Al Qur’an.
Yang ingin disampaikan disini bukan masalah kepintaran sarjana Barat, tetapi suatu fakta bahwa mayoritas ilmu pengetahuan itu ternyata banyak ditemukan oleh para pakar Barat yang tidak pernah membaca Al Qur’an.


Kenapa tidak ditemukan oleh kaum Muslimin yang memiliki Al Qur’an?
Kita harus berjiwa besar , mengakui kekurangan kita selama ini. Yaitu, Al Qur’an bagi kebanyakan kaum muslimin tidak lebih dari sekedar kitab suci yang sacral bukan sebagai gudangnya ilmu pengetahuan. Karena pandangan yang salah itulah mungkin banyak orang yang kurang menggunakan akalnya ketika membaca Al Qur’an.


(yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “ Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau; maka peliharalah kami di siksa neraka.”

0 comments:

Poskan Komentar