Dzikrul Maut dan Ibuku

Setiap bangun pagi dari tempat tidur, meskipun hari masih gelap, selalu nampak didepanku secangkir teh manis hangat sebagai sambutan dari ibuku yang melayani anaknya yang pulang kampung.

Sekarang terasa bedanya, sungguh besar perhatian seorang ibu kepada anaknya. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Semua kasih sayang ibu tak akan terbalas.

SELAMAT JALAN IBUKU

Hari ini hari pertama ku lalui setelah kepergian ibuku.
Tepatnya Rabu 30 Desember 2009/13 Muharram 1431 H ibuku dijemput oleh malaikat maut.
Hanya do'a yang bisa ku panjatkan untukmu wahai ibu...

Sebuah Pelajaran dari sepeninggal Ibuku adalah pentingnya dzikrul maut atau mengingat kematian, karena setiap jiwa yang bernafas akan menjumpai maut.

Dzikrul Maut

Maut adalah janji Allah yang pasti sedangkan kehadirannya dapat kapan saja. Oleh karena itu kita sebaiknya selalu mengingatkan diri pada kemungkinan bahwa setiap saat maut dapat hadir menemui kita.

Untuk menghadapi maut yang akan datang kapan saja, sebaiknya setiap kita menyiapkan diri. Sebagai contoh, perbedaan orang yang bersegera menyiapkan diri dan orang yang menunda-nunda adalah ibarat menunggu tamu yang akan berkunjung sehari lagi dengan menunggu tamu yang sepekan lagi akan berkunjung. Persiapan kita tentu akan berbeda. Bila kita mengetahui tamu yang akan datang sehari lagi, kita akan merapikan kondisi rumah dengan segera, untuk menyambut tamu tersebut, sedangkan bila tamu akan datang sepekan lagi, kita tidak terburu-buru untuk merapikan rumah tersebut karena kita berpikir masih memiliki waktu yang luang untuk menyiapkannya.

Rasulullah SAW bersabda : “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: Masa mudamu sebelum masa tuamu; Masa sehatmu sebelum masa sakitmu; Masa kayamu sebelum masa kemiskinanmu; Masa luangmu sebelum masa sibukmu; Masa hidupmu sebelum masa kematianmu.” (HR. Abu Dunya dengan sanad hasan) dan dalam riwayat yang lain : “Dua nikmat yang disia-siakan oleh banyak orang ialah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Keutamaan Dzikrul Maut

1. Dengan dzikrul maut segala kesusahan dan penderitaan dunia menjadi ringan baginya.

2.Dzikrul maut membongkar berbagai keburukan dunia sehingga menyadarkan manusia bahwa dunia hanyalah perhiasan yang semu tak akan kekal abadi. Dalil Hadits : “Tinggal di dunia ibarat musafir yang sedang istirahat sejenak di bawah pohon untuk kemudian pergi melanjutkan perjalanan.”

3. Dzikrul maut menghindarkan diri dari kampung tipu daya dan menggiatkan persiapan untuk kampung akhirat.
Dalil Hadits : “Hadiah orang mu’min adalah kematian” (HR. Abu Dunya, Thabrani dan Al Hakim secara mursal dengan sanad hasan)

4. Dzikrul maut melembutkan hati dan menajamkan bashiroh. Dengan dzikrul maut setiap insan akan merasa perlu untuk memperbaiki dirinya dan terus mengupayakan amal sholeh sebanyak-banyaknya sehingga ia akan berhati-hati dan lebih menghargai orang lain karena baginya tidak ada yang abadi di dunia ini dan setiap orang berpotensi lebih baik dari dirinya, jadi ia tidak tertipu dengan kesenangan dan kebahagiaan semu.


Referensi :
1. Mensucikan Jiwa, Said Hawwa
2. Intisari Ihya Ulumuddin, Al Ghazali

Semoga bisa menghibur dikala berduka

0 Response to "Dzikrul Maut dan Ibuku"

Poskan Komentar